yang pernah jadi kebanggan orang lain dan kini telah ada dalam pelukan, jangan kau lepaskan lagi, EKONOMI !

WhatsApp Image 2017-04-01 at 5.02.31 PM (3)

Kemesraan ini
Janganlah cepat berlalu
Kemesraan ini
Inginku kenang selalu
Hatiku damai
Jiwaku tentram di samping mu
Hatiku damai
Jiwa ku tentram
Bersamamu

Meskipun berharap kemesraan yang ada tak cepat berlalu, namun Pekan Olahraga Mahasiswa telah 2017 telah berlalu, semoga semakin memesrakan warga Fakultas Ekonomika dan Bisnis TERCINTA.

Jumat 31 Maret 2017 menjadi spesial berkat perjuangan arjuna dan srikandi basket FEB yang berhasil mengkawinkan gelar juara, sekaligus melengkapi pencapaian FEB meraih juara Juara Umum POM 2017. Diawali dengan srikandi basket FEB yang menyudahi perlawanan dari musuh bebuyutan yang tahun-tahun sebelumnya tak terkalahkan, Fakultas Bahasa dan Seni ( dulu Fakultas Bahasa dan Sastra) dengan score yang cukup menyakinkan FEB 43-30 FLA.

Dilanjutkan dengan arjuna basket yang lagi-lagi dilaga pamungkas melawan musuh bebuyutan, Fakultas Teknologi Informasi. Unggul sejak quarter pertama namun behasil disusul di quarter terakhir hingga harus dilanjutkan dengan quarter tambahan selama 5 menit. Namun, akhirnya FEB menyudahi perlawanan FTI dengan score FEB 60-56 FTI. Pencapaian tersebt sekaligus melengkapi capaian FEB yang berhasil mengambil gelar juara umum tahun lalu dipegang FTI. Yeah !

WhatsApp Image 2017-04-01 at 5.02.31 PM (2)

Namun, perjuang tak hanya terjadi di dalam lapangan, diluar lapangan pun banyak yang berjuang mengorbankan waktu, biaya, dan suara untuk Fakultas Tercinta, dan puncaknya saat pemain basket putra memberikan ucapan terimakasih kemudian kami semua menyanyikan lagu mengheningkan cipta, tak kuasa kutahan air mata ini setelah teringat perjuang dalam mendukung orang-orang didepan yang sedang berterimakasih.

Bagiku POM 2017 menjadi puncak pengabdian selama menempuh jenjang S1 di fakultas ini, sekarang mungkin saat yang tepat untuk pensiun “berulah” di Fakultas ini. Aku mungkin tidak pernah bermain menggunakan nomor punggung 11 seperti Bagas dan Astrid karena skill tidak pernah bohong, tapi kupastikan aku selalu mendukung dan sebisa mungkin mengajak kalian untuk mendukung teman yang bermain. Gelar juara, semakin banyak yang cinta terhadap fakultasnya, semakin banyak teman, merupakan hal manis di puncak pengabdian ini. Setelah ini, aku harus berjuang dimedan yang lebih dari ini, aku ingin lulus dari fakultas ini dan ingin segera melihat dunia yang lebih megah lagi. Mohon doanya semoga aku bisa maju sidang 19 Mei tahun ini.

WhatsApp Image 2017-04-01 at 5.02.31 PM

Terakhir, terimakasih untuk Anthony, Mas David, Lilo, Monyong, dan Sapril yang sudah mau diajak berkeringat dan berkeluh kesah, akhirnya recehan dari kita bisa membawa pulang jura, terimakasih untuk semua yang bermain, terimakasih Bang Xandra semoga segera kelar skripsinya dan Ray Patar yang kuharapkan melanjutkan perjuangan, terimakasih teman-teman yang sudah hadir di lapangan, terimakasih kakak-kakak alumni yang sudah mendukung secara mental maupun finansial, terimakasih semuanya, bagiku kalian membuat semua ini terasa semakin manis. Besar harapan untuk adek-adek melanjutkan perjuangan ini, jangan pernah tinggalkan teman kalian berjuang sendiri, percayalah bahwa kehadiran, teriakan, dan dukungan dari kalian itu membuat teman kalian semakin termotivasi. Jangan biarkan apa yang pernah menjadi kebanggaan bagi orang lain dan kini berhasil kita peluk kembali itu terlepas lagi, pun misalnya harus terlepas, terlepaslah dengan gagah dimana kalian menyaksikan dan tetap memberikan dukungan bagi teman kalian.

Terimakasih semuanya.

Yang berharap segera sidang kelulusan

Riwanto

Iklan

Perubahan Besar, selalu dimulai dari hal-hal RECEHAN

20170329_161333

Sebelum hari ini berganti kiranya sekali lagi layak kuucapkan terimakasih terkhusus untuk Anthony Erlangga, David Pratama, Farhan Lilo, Aryo Wicaksono, Sapril Alam yang membuat gambar diatas begitu menyenangkan untuk dilihat. Nama-nama diatas adalah orang-orang yang bekerjasama denganku tanpa malu, tanpa lelah berjuang demi terwujudnya gambar diatas.

Singkat cerita, Rabu 29 Maret 2017 kami berenam berkumpul di basement Fakultas Ekonomika dan Bisnis untuk menyiapkan atribut pemain ke 12 dalam Final Pekan Olahraga Mahasiswa 2017 cabang olahraga Sepakbola. Sempat kebingungan untuk menuliskan kalimat pada tiga lembar banner bekas menggunakan dua buah cat semprot akhirnya kami putuskan untuk mengisi perut terlebih dahulu dengan harapan otak juga akan terisi dengan ide kreatif setelah perut terisi. Namun, setelah otak terisi dan harapan ide kreatif muncul, ide kami terhalang oleh perlengkapan yang minim, hanya ada tiga lembar banner bekas dan cat semprot warna merah dan kuning, pengen membuat kelompok supporter yang rame baik atribut maupun kuantitas supporter. Untuk kuantitas supporter kami menyadari itu akan sulit diupayakan, upaya kami hanya sebatas mengajak teman-teman satu fakultas dan berharap mereka tergerak. Namun, untuk atribut kami terus memutar otak untuk mengupayakan bagaimana membuat seramai dan selengkap mungkin.

Tanpa basi-basi, tanpa malu, dan tanpa ragu kami berenam memutuskan untuk menggalang dana, tanpa pikir panjang berbekal plastik hitam kami mulai meminta sumbangan pada teman-teman yang lewat di depan basement Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Dalam waktu kurang dari dua jam akhirnya terkumpul uang cukup banyak, aku lupa jumlah pastinya, intinya kami bisa membeli cat semprot warna hitam dan meran, ditambah satu set smoke untuk menambah kemeriahan supporter nantinya.

Berkat bantuan beberapa teman yang datang setelah kami berbelanja, tiga banner bekas ditambah satu banner tambahan bisa kami corat-coret dengan beberapa kalimat penyemangat untuk teman-teman yang bermain. Selanjutnya kami mendapatkan pinjaman alat musik entah darimana yang turut melengkapi atribut kami. Ditambah dengan “infused water” lengkap sudah perlengkapan kami hari ini (kata beberapa teman tidak lengkap rasanya supporteran tanpa banyu surgo).

a

Setelah atribut lengkap kami semua tetap di basement untuk menunggu beberapa teman yang sekiranya ingin bergabung, namun sampai menjelang waktu pertandingan dimulai tak kunjung ada teman yang bergabung. “jumlah mahasiswa perangkatan lebih dari 600 mahasiswa, namun hanya segini yang datang dukung fakultasnya” sempat terbesit itu dipikiranku. Namun, yasudahlah yang penting kami sudah berusaha mengajak teman-teman untuk mendukung teman-teman yang bertanding di lapangan dan menyiapkan fasilitasnya. Kelar semua perkara !

Tak diduga tak disangka, setelah kami selesai dengan persiapan memasang atribut dan sempat berdebat dengan panitia, satu demi satu teman-teman turut bergabung dan akhirnya mendapatkan jumlah yang tak dibayangkan sebelumnya. Bahkan beberapa dosen dan staff fakultas juga datang untuk memberikan dukungan. Sungguh tak disangka karena tidak pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya !

Akhir cerita pertandingan sepakbola pun bisa kami menangkan, jumlah supporter kami jauh dari perkiraan dan kami bernyanyi sepanjang pertandingan. Bahagia dan bangga hal kecil yang kami lakukan bisa berguna bagi fakultas kami, mungkin kami hanya memulai dengan menggalang uang recehan namun dari situ lah semua dimulai dan aku selalu ingat kata seorang teman yang kin telah menjadi sarjana dan tadi juga turut hadir dalam pertandingan “sekecil apapun peranmu, lakukanlah dengan sepenuh hati”.

Satu lagi, mungkin besok Jumat akan lebih ramai untuk supporter di final cabang olahraga basket, namun kemudahan koordinasi itu dimulai dari hari ini, dari langkah kecil yang kami yakini dan lakukan dengan sepenuh hati. Ini semua kami lakukan untuk fakultas ini dengan harapan akan selalu berlanjut ditahun-tahun yang akan datang nanti. Selamat untuk fakultas tercinta, sepertinya tulisan “MARI BUNG REBUT KEMBALI” akan segera menjadi nyata ! Terimaksih untuk 5 orang yang tersebut namanya diatas, terimakasih teman-teman yang sudah bergabung bersama kami, besar harapan buat teman-teman yang masih jaim, masih enggan untuk bergabung mendukung fakultas dan teman-temannya bermain bisa bergabung di final esok lusa. i don’t mind if people become so dilligent, I am proud of them.But if they just focus on their “classroom” and ignore their life, their friend, the one who needed, I’ll just assume that they are an asshole.

Bravo FEB !!!

Yang masih baper dan masih terharu

Riwanto

Mari Kita Nongkrong

Ada pergeseran alat pemuas kebutuhan saat di era sekarang ini, dimana yang dulu bersifat sekunder maupun tersier sekarang bergeser menjadi primer. Salah satunya adalah nongkrong. Sudah dari sananya menurut teori manusia adalah makhluk sosial, jadi buat kamu yang manusia bersosialisasilah, nongkronglah wahai kamu manusia!

Kopi

dan

Rokok

Adalah dua hal yang menjadi alat untuk bersosialisasi, keduanya kini menjadi komplementer hampir sempurna dengan nongkrong, walaupun ada yang cuma terbiasa dengan nongkrong dan kopi seperti aku, ataupun nongkrong dan rokok seperti Icul (dibaca : perokok kelas berat), intinya nongkrong sambil ngobrol ngalor-ngidul mulai bahas isi otak, isi hati, maupun isi celana itu adalah nikmat Tuhan yang Maha Asik.

Kadang nongkrong diartikan sebagai kegiatan yang nggak berguna, buang-buang waktu, dan nggak ada faedahnya, mendingan di kamar, belajar, biar cepet lulus dan cepet kerja, tolong yang bilang ini segera bertobat dan segera piknik biar sehat. Apa jadinya jika dulu Soekarno, Semaun, Alimin, Darsono, Tan Malaka, Musso hingga Kartosoewirjo tidak nongkrong barengan bapak kos HOS Cokroaminoto sampai lupa waktu? Mungkin pemikiran-pemikiran revolusioner tidak akan sematang sekarang ini, terpotong potong karena tidak ada penyatuan pemikiran. Dan saya yakin bapak-bapak bangsa ini dulu ketika nongkrong ditemani rokok dan kopi biar selalu ada inspirasi dalam mencari cara untuk memerdekakan negeri.

Sebagai mahasiswa berstatus Wreda seperti saya sekarang ini waktu untuk nongkrong berkurang karena masalah Tugas Akhir yang membelenggu, Ah Bangsat ! Jangan salahkan saya, untuk orang yang sedang dalam posisi seperti saya atau pernah mengalami hal yang sama dengan saya kalian pasti tau bagaimana sulitnya menulis kata demi kata di siang hari atau dibalik betapa malasnya nongkrong disiang hari sehingga malamnya bisa nulis skripsi. Tidak enak bukan? Karena nongkrong enaknya dimalam hari sampai pagi dan otak ini mau diajak skripsi juga malam hari, jika pun nekat nongkrong sambil ngerjain skripsi, ahh percayalah esoknya pasti penuh revisi.

Kenapa saya malah bahas skripsi? Padahal awalnya saya mau menulis tentang rokok biar kaya Headline Kompas? biarkan saja toh ini blog pribadi saya.

Nongkrong tidak akan lengkap tanpa kopi dan rokok, hampir semua temanku bilang seperti itu. Namun, kadang asap rokok yang mengepul itu dianggap mengganggu bagi kaum tidak merokok. Namun, tidak pantas juga jika aku harus menutup hidung dengan masker atau menyuruh temanku untuk tidak merokok. Sebagai manusia yang tidak merokok aku memilih duduk ditempat yang tidak dilewati asap rokok atau kadang aku tidak memusingkan itu, ini masalah menghargai teman.

Aku tidak bilang rokok itu buruk, Tidak. Toh rokok salah satu sumber pendapatan negara yang besar. Banyak orang yang hidup disepanjang rantai nilai bibit tembakau sampai menjadi rokok dimulutmu. Ya walaupun ada tulisannya “Merokok Membunuhmu” ahh taik ! Saya kenal Pak Slamet Rahardjo yang sudah menjadi checker rokok selama lebih dari 50 tahun masih sehat sampai sekarang, gajinya 45 juta lagi perbulan. Fix berarti hidup mati seseorang, Tuhan yang tentukan.

Saat ini rokok telah menjadi barang super primer bagi sebagian orang tapi ya biarkan saja itu urusan mereka.I wouldn’t say people who don’t smoke are better than people who smoke, it’s about how you respect your surroundings, your friends, family, or your kids. I don’t smoke since i was a kid, well that doesn’t make me better than you, i just found out that this kind of habit wasn’t good for me. But i do respect my friends who do smoke as long as they respect me, it’s your choice.

Yang suka nongkrong bersama teman, kopi, dan tidak memusingkan asap rokok

Riwanto

Kambing Cup Jilid Terakhir

Kambing Cup !!! acara kecil yang kalian besar-besarkan.

Acara yang biasa saja namun kalian anggap luar biasa, bahkan kalian agungkan bak acara kelahiran dewa, padahal acara itu hanya bentukan Papanya Anisha.

Acara yang tidak pernah aku pusingkan tapi terus kalian omongkan dan mendorongku untuk meramaikan.

Ahh bangsat kalian !!! Membuatku membuang waktu seminggu full hanya untuk mengikuti acara tersebut, buang-buang tenaga saja.

Namun, kali ini biarkan aku mengubah point of view, bukan labil, tapi aku mendapatkan sesuatu dari yang sudah berlalu.

Sedikit gambaran Kambing Cup tidak jauh berbeda dengan cup-cup lain dikampus, pertandingan olahraga antar angkatan, yang tujuannya untuk mengakrabkan antar angkatan, yang berbeda adalah angkatan yang menang hadiahnya Kambing, Iya kambing, udah gitu aja.

Ada yang berbeda di Kambing Cup tahun ini, tahun 2017, dimana kami angkatan 2013 menyebutnya sebagai partai final, kenapa gitu? Ya kami sudah tua, usur, dan berharap tidak ikut kambing cup tahun depan karena sudah lulus, aamiin.

Singkat cerita aku sempat ingin menarik angkatanku untuk tidak ikut acara kambing cup tahun ini, kenapa? Alasannya simple, jadwalnya edan ! bayangkan kamu bermain sepakbola empat hari full, please itu Lionel Messi juga pasti kecapekkan jika mendapatkan jadwal seperti itu, dan itu pernah terjadi di edisi kambing cup tahun lalu, kecapekan, cidera, dll tidak bisa dihindarkan. Apakah salah jika kami belajar dari pengalaman?

Namun, akhirnya kami tetap mengikuti acara tersebut karena dua alasan, ini adalah kambing cup kami yang terakhir dengan tim yang lengkap dan yang kedua kami memikirkan nasib teman kami yang sekiranya tahun depan masih ikut kambing cup agar mereka tidak dibenci, dibuang, dan diacuhkan, apasih lebay !

Memutuskan untuk ikut bukan berarti kelar masalah, masalah datang lagi, ngumpulin pemain disemua cabang itu tak semudah ketika awal masuk kuliah dulu, jarang bertemu dikampus dan sudah tidak pada kuliah bahkan sudah ada beberapa yang lulus jadi penghalang utama, berbeda dengan dulu kala sebelum negara api menyerang, sebagai gambaran saja latihan futsal dulu yang datang bisa sepuluh tim lebih, tapi sekarang? Haha kadang datang cuma berlima, namun berkat lobi sana-sini, minta bantuan sana sini toh akhirnya semua cabang kita main, ya walaupun hasilnya tidak juara, toh kita sudah berusaha dan aku tetap bangga !

Iya aku sangat bangga, pada teman-teman 2013 yang sudah meluangkan waktu, tenaga, biaya, bahkan kesehatannya untuk membela angkatan tua, tidak hanya berhenti pada yang bermain dilapangan saja tapi juga yang cangkeman disetiap lagi, ya walaupun cangkeman kami tak sesuai yang diharapkan karena selalu ada kata “kasar” tapi ya biarkan saja karena tujuan kami sesuai yang diminta untuk meramaikan acara, sudah itu saja, toh namanya supporter memang seperti itu, provokasi jadi hal yang biasa, kalau tidak percaya silahkan cek dari stadion ke stadion aku jamin nggak ada supporter yang omongannya bener, walaupun pertamanya dibuka dengan doa pasti selama laga keluar “anjing, bajingan, picek, asu, lonte” dan lainnya, cek saja kalau tidak percaya. Namun percayalah bahwa kelakuan kami ini akan kalian rindukan.

Tak lupa aku ucapakan terimakasih sekaligus maaf buat semua panitia pimpinan Septian Indra, thanks udah menghadirkan kambing cup paling emotional dalam empat seri kambing cup yang telah kami ikuti, thanks udah bawa aku ke bengkel manusia karena cidera, thanks untuk semuanya, maaf karena aku selalu menyusahkan kalian dari awal, pertengahan, hingga akhir, tapi aku tidak pernah menyesali itu haha semoga kalian belajar dari yang aku dan angkatanku lakukan ini, dan menerapkannya tahun depan haha, termasuk bikin geger di Gor Putra Abadi, Rabu 8 Maret 2017, itu akan selalu aku kenang. Sekali lagi terimakasih dan maaf telah merepotkan, semoga berkesan dan akan kalian rindukan.

Terakhir dan sekali lagi aku ucapkan terimakasih kepada teman-teman 2013 yang sudah bermain dengan semangat yang luar biasa dan teman-teman yang sudah mendukung, kalian luar biasa, selalu kupanjatkan doa agar Tuhan YME selalu melimpahkan kebahagiakan pada kalian, dilancarkan kehidupan barunya bagi yang sudah lulus, dilancarkan skripsinya buat yang sedang dalam masa bimbingan, dan semoga segera menyusul teman-temannya bagi teman-teman yang masih ada kuliah, pokoknya terimakasih kalian luar biasa. Buat teman-teman yang bahkan tak tampak muka dan doa pfffttttt tidak masalah aku juga akan selalu panjatkan doa juga pada kalian, semoga kalian berdampak dilain tempat dan semoga dilancarkan segala urusan dan sampai jumpa dilain kesempatan jika sempat.

Tukang lari-lari di lapangan sepakbola dengan jersey nomor 11

Riwanto

Bercakap Dengan Birokrat

Kemarin sore selepas pulang dari kantor aku jalan santai menuju rumah sementara atau yang biasa orang sebut kos, sorenya begitu indah,adem, jarang jarang Jakarta seperti ini, duduklah aku disamping Gedung Pancasila, disitu ada seorang bapak yang juga sedang menikmati sore sepertinya, sambil memandang puncak monas dan menghijap Gudang Garam filternya.

“anak magang ya mas? Dari kampus mana?” tanya bapak itu seketika setelah aku duduk didekatnya sambil tersenyum sebelumnya

“haha iya pak, dari UKSW Salatiga pak” jawabku

“ohh iya iya, kampusnya Pak Hendrawan, jurusan apa mas?” bapak itu bertanya kembali

“saya ilmu ekonomi pak atau orang biasa menyebutnya studi pembangunan” jawabku kembali sambil bicara dalam hati “ahh pasti Pak Hendrawan Supratikno” tebakku

Singkat cerita akhirnya kami berdua berbincang-bincang tentang UKSW dan Salatiga, dan pada suatu titik dimana bapak itu bertanya kembali “masnya kristen”

Dengan segera aku jawab “secara negara saya diakui sebagai muslim pak, tapi maaf saya tidak suka untuk membicarakan masalah itu”

Dan dengan cepat pula bapak itu menjawab “ohh maaf maaf mas, bukan maksud saya, saya cuma mau bilang bahwa saya kagum dengan UKSW, saya pernah kesana mas, saya takjub dikampus dengan latar belakang kristen namun banyak mbak-mbak berjilbab, rukun sekali ya mas”

Seketika aku pun merasa bangga, ya itu lah kampus kami, walaupun dengan latar belakang Kristen namun tidak hanya teman-teman yang beragama Kristen saja yang kuliah disana, semua agama dan dari berbagai latar belakang ada disana dan semua baik-baik saja tidak pernah ada sedikit pun masalah akan itu, karena kami semua paham negara ini berdiri dengan satu nusa, bangsa, dan bahasa , bukan agama…..syedap!!!

Kemudian bapak itu bertanya kembali “lalu mas bagaimana dengan matakuliah agama?”

Ohh iya sesuai dengan aturan pemerintah guna terwujunya lulusan perguruan tinggi yang matang berdasarkan nilai-nilai agama, kami pun ada MKU (Mata Kuliah Umum) tentang agama, ya namanya aja kampus dengan latar belakang Kristen, ya pasti mata kuliahnya Pendidikan Agama Kristen, kami yang berbeda kepercayaan juga wajib ambil, tapiiii waittttt jangan panas dulu, tenang tenang gan, biarkan Jakarta saya yang panas, pikiranmu jangan kudu tetep adem seperti saat memandang Chelsea Islan. Di dalam kelas, alih alih terjadi Kristenisasi, yang ada justru dialog antarumat, kalau ada tugas suruh membuat kajian dengan latar belakang agama masing-masing dan pasti selalu ada seminar dengan tema yang dikaji dari berbagai sudut pandang agama, bahkan semua agama dijelaskan oleh narasumber yang diundang, chakheppppp !!! dan yang jadi bukti bahwa tidak hanya satu agama yang dibahas, nilai di transkripku untuk matakuliah agama A, satu dari sekian banyak nilaiku yang A ,sombong!!!

Dan tidak ada satu orang pun yang membatasi teman-teman dengan kepercayaan lain ibadah, bahkan ada ruang yang digunakan untuk mushola lengkap dengan sarung,mukena,sajadah,tempat wudhu plus sandal jepitnya.

 Dan buat teman-teman yang rajin ibadah, walaupun kelas sedang berlangsung boleh kok meminta ijin untuk ibadah, pasti dosen akan menjawab “o iyaa, silahkan” dengan penuh senyuman, seperti yang pernah saya lakukan, ketika itu kelas Berpikir Kritis, kelas dimulai jam 6 sore, dan teman-teman muslim selalu meminta ijin untuk sholat magrib, saya selalu ikut keluar, walaupun jujur pada kenyataannya saya tidak selalu sampai di mushola, bisa saja belok ke belakang kampus hanya sekedar untuk mencari makan dan melepas dahaga hehehe

Dan aku pun teringat sebentar lagi masuk bulan Ramadhan, kegiatan puasa disana bak-baik saja tidak ada pengumpulan massa buat aksi mokah bersama kok, santai! Walaupun kantin tetap buka, tapi itu fine-fine saja, tergantung niatmu, bahkan aku yang puasa nongkrongnya di cafetaria kampus dengan teman-teman lain yang tidak berpuasa, aku santai saja, walaupun kadang agak panas melihat teman minum kopi Toraja yang aku suka hahaha

Akhirnya cukup lama kami berdua bercerita, sampai matahari semakin tenggelam karena nggak pakai pelampung, tak lupa sebelum pamit aku berkenalan dengan menyebutkan namaku terlebih dahulu dan akhirnya aku diberi kartu nama, yaampun ternyata beliau seorang birokrat yang baru saja pulang dari Australia.

Dan aku tak lupa berpesan kepada bapaknya “Bapak kalau ingin melihat Indonesia versi kecilnya bisa ke Taman Mini, tapi kalau ingin yang lebih nyata silahkan datang ke Salatiga, lebih spesifik di Kampus Saya”

tandatangan

Riki Riwanto/ 085875188883
Pecandu kopi hitam dan manusia yang setiap pagi menanti pesan baru dari “KAMU”