Jangan pernah lelah

PNGPIX-COM-Superman-PNG-Transparent-Image-2

When you’ve been fighting for it all your life
You’ve been struggling to make things right
That’s how a superhero learns to fly
Every day, every hour
Turn the pain into power

Teruntuk kalian yang sedang berjuang mati-matian mendapatkan gelar. Ijinkan saya sedikit bercerita dari awal sampai detik ini saya memperoleh gelar sarjana. Saya adalah mahasiswa Ilmu Ekonomi angkatan 2013, jurusan yang katanya termasuk lima besar jurusan paling menakutkan di Indonesia, awal perkuliahan saya berlangsung lancar-lancar saja sampai mendapatkan IPK pertama, 3,92 yak lumayan lah sebagai awalan.

Baru disemester berikutnya kehidupan mahasiswa saya menjadi Rock n Roll, 28 Maret 2014, saya jatuh sakit yang menyebabkan saya harus cuti kuliah sampai 2 semester lamanya dan baru pada semester 4 saya bisa kembali berkuliah dengan semangat yang hampir patah, bagaimana tidak patah yang lain udah mendapatkan SKS diatas 50 saya masih tertahan diangka 18. Namun saya tidak terlarut dalam kesedihan, menyadari bahwa saya adalah 1 dari 2% rakyat Indonesia yang beruntung bisa mengenyam bangku perkuliahan, saya pun bersyukur dan bangkit dan kembali menjalani aktivitas kemahasiswaan saya dengan sebaik-baiknya.

Kuliah lagi dengan adik-adik tingkat, mungkin dipikiran mereka saya adalah mahasiswa bodoh dan pemalas yang mengulang matakuliah tapi saya cuek saja, biarkan waktu yang akan menjawab sehingga mereka bisa tahu siapa saya dengan sendirinya. Perlahan tapi pasti, menjalani kuliah dengan sebaik-baiknya saya mulai mengejar teman-teman yang tadinya jauh meninggalkan saya dan mulai jarang sekelas dengan adik-adik tingkat saya.

Kehidupan perkuliahan saya semakin Rock n Roll di tahun ketiga, dimana saya dipercaya menjadi ketua sebuah acara. Berkat acara itu saya mendaatkan tawaran untuk magang di Kementerian Luar Negeri, posisi saya ketika itu baru saya menyelesaikan matakuliah metodologi penelitian, dimana matakuliah ini adalah langkah awal penulisan tugas akhir. Saya bimbang diantara dua pilihan, cuti untuk mengambil kesempatan yang tidak akan datang dua kali atau melanjutkan ke Proposal Skripsi bersama teman-teman. Ahh, saya pun berkonsultasi dengan beberapa pihak dan akhirnya memutuskan cuti untuk ketiga kalinya dan menunda penulisan Proposal Skripsi demi mencari ilmu dan pengalaman di luar kampus. Dalam benakku, biarkan lah teman-teman meninggalkanku Proposal bahkan ada yang sudah skripsi ketika itu, yang penting aku punya pengalaman yang lebih. Toh memang sejak awal aku sudah tertinggal.

Sebelum berangkat ke Jakarta, sempat berniat mengkredit proposal disana, namun nyatanya disana saya tidak sedikitpun menulis kata dalam proposal skripsi saya, yang ada cuma puluhan topik hasil baca dan diskusi dengan beberapa pembimbing disana yang hanya menjadi sebuah wacana. Baru diseminggu terakhir saya magang disana saya membuat kajian tentang pariwisata sebagai tugas akhir dan akhirnya saya realisasikan sebagai skripsi yang membawa kelulusan saya.

Saya baru menulis proposal setelah menyelesaikan magang dengan tema dari kajian tugas akhir saya. Saya pun sempat menyesali kenapa saya tidak menulis ketika di Jakarta guna mengejar ketertinggalan saya. Namun, nasi telah menjadi bubur, tinggal bagaimana caranya membuat bubur ayam spesial dengan sate hati-ampela, sate keong, satu usus itu yang harus dipikirkan caranya. Dengan keyakinan kuat dan semangat saya pun yakin bisa menghadapi permasalahan-permasalahan yang banyak diceritakan teman-teman, mulai yang bermasalah dengan pembimbing, berganti topik, kesulitan mencari data, pengolahan data, dan lainnya. Yaelah baru juga mau mulai udah diceritain yang gitu-gitu, terlebih pembimbing menyarankan untuk menulis topik yang saya miliki dengan penelitian kualitatif murni yang belum pernah sekalipun saya jalani.

Namanya juga hidup, permasalahan dan tantangan pasti datang

Yak benar sekali, permasalahan dan tantangan itu buat dihadapi bukan ditangisi. Menulis proposal sebagai tahap pertama perjalanan menuju sarjana, sedikit bingung, harus baca banyak buku dan jurnal demi mencari referensi, bertanya ke berbagai pihak guna mendapatkan pencerahan, bolak-balik melakukan penelitian pendahuluan, begadang baca jurnal dan nulis pendahuluan, itu yang kurasakan dalam nulis proposal. “Berikutnya bab 2, saya beri waktu 3 hari?” – perkataan Pak Sukonto Legowo dalam film 5cm itu begitu tertanam dibenakku dan membuatku berpikir “Ian yang kerjaannya nonton bokep, main game, kebanyakan micin aja lulus 3 bulan masak aku nggak bisa”. Dengan semangat yang keras akhirnya bab I, II, III pun berhasil mendapatkan nilai A *kibas rambut

Setelah proposal, beru jalan terjal lainnya didepan mata, Penulisan Skripsi yang sesungguhnya dimulai. Saya pun melakukan banyak ritual sebelum memfokuskan diri ke skripsi. Pertama, nulis di kertas yang gede dan ditempel ditembok kamar target saya ketika itu “Sidang 19 Mei 2017”. Kedua, naik gunung dan berjanji tidak naik gunung lagi sampai skripsi kelar, yak saya pecandu ketinggian dan biasanya kalau stres bergegas naik gunung tapi kali ini saya niati stres akan saya atasi dengan menulis kata demi kata sampai daftar pustaka. Tapi pulang dari gunung ketika itu godaan datang, saya mendapatkan tawaran untuk megang ditempat yang saya idam-idamkan, Bank Indonesia. Duh, saya pun galau kembali namun kembali kepemikiran awal sebelum ke Kemenlu bahwa tawaran ini tidak datang dua kali, pengalaman berharga ini terlalu sayang untuk disia-siakan. Akhirnya, ijin pembimbing dan dibulan Februari saya magang di Bank Indonesia, namun bedanya kali ini saya tetap mengerjakan skripsi saya dimalam harinya. Dan akhirnya dengan kerja keras, begadang setiap malam, membaca buku dan jurnal entah berapa banyaknya, bertemu dengan beberapa orang untuk konsultasi, melawan lelah dan malas untuk selalu bolak-balik ketempat penelitian bahkan ketika malam dan hujan, mengesampingkan keinginan untuk tidak melakukan hal-hal yang sifatnya tidak mendesak, tepat 27 April 2017 satu hari sebelum ulangtahun Ibu saya, saya mendapatkan persetujuan dosen pembimbing saya untuk maju sidang skripsi 19 Mei 2017 sesuai dengan target yang saya tulis di kertas yang setiap pagi selalu saya lihat pertama setelah membuka mata.

19 Mei 2017 akhirnya saya lulus menjadi Sarjana Ekonomi dengan waktu belajar 3.8 tahun (dihitung dengan cuti 3 semester), dengan predikat lulusan terbaik dan tanpa revisi pada skripsi saya. Dan 22 Juni 2017 saya diwisuda dengan predikat CUM LAUDE dan merupakan satu dari sekian banyak wisudawan terbaik yang duduk didepan mewakili program studi.

Buat kalian para mahasiswa yang sedang berjuang meraih gelar sarjana, besyukurlah dengan kondisi kalian yang termasuk 1 dari 2% manusia Indoneisa yang menempuh pendidikan tinggi, jangan pernah lelah dan menyerah apapun halangan yang menghadang kalian, jangan pernah merasa bahwa kalian tidak bisa bahkan saya yang tertinggal jauh dari teman-teman saya pada akhirnya bisa menyusul bahkan berganti meninggalkan mereka. Saya sebenarnya ingin menulis pesan dan kesimpulan lebih banyak lagi, namun saya menulis untuk kalian para mahasiswa, pasti kalian sudah paham membaca cerita sedikit dari saya, semoga menginspirasi, kalau tidak suka silahkan dikritik dan diberikan saran, kalau suka maka segeralah tulis kata-demi-kata di skripsi kalian agar kalian juga bisa bercerita pengalaman yang akan menginspirasi banyak orang.  That’s how a superhero learns to fly !

 

Ditulis dengan perasaan rindu pada dua hal
satu pada kehidupan perkulihan
kedua pada pasangan

 

Riwanto

 

Iklan

Bahaya Harga Minyak Murah

Rasanya tidak masuk akal kalau dikatakan harga minyak murah berbahaya. Tetapi itu yang saya yakini melihatnya dari sudut pandang penyediaan enerji alternatif yang terbarukan. Murahnya harga minyak mentah akan membuat enerji alternatif terbarukan yang notabene lebih mahal akan kalah bersaing dalam hal harga. Kalau itu terjadi, orang tidak akan tergerak untuk melakukan transisi ke enerji alternatif terbarukan pada saat yang genting untuk mencegah memburuknya perubahan iklim. Dengan kata lain, lebih murahnya harga minyak bumi akan membuat biaya yang harus kita bayar untuk menjaga lingkungan (environment) lebih mahal.

Sementara itu melihat rendahnya harga minyak mentah sekarang ini sebagai gejala adanya masalah yang serius dalam perekonomian dunia. Ketika harga minyak berada di atas $100 per barrel, banyak pihak diuntungkan seperti umpamanya karyawan perusahaan-perusahaan minyak dan sub-kontraktornya, pemasok bahan-bahan dan barang-barang ke perusahaan minyak dan sub-kontraktornya, pembayaran pajak, dividen, dan bunga pinjaman perusahaan-perusahaan itu. Ketika harga anjlok, kejadian yang bertolak belakang dengan yang di atas yang terjadi. Dan itu kemudian menimbulkan efek berantai yang bisa mengakibatkan tersendatnya perekonomian dunia. Dan itulah yang nampaknya terjadi belakangan ini.
Anjloknya harga minyak mentah akhir-akhir ini adalah karena permintaan yang mengerut. Tetapi kenapa permintaan sebelum ini meningkat? kenaikan permintaan sebelum ini dipicu oleh keberhasilan meningkatkan produktivitas buruh. Apabila kenaikan produktivitas buruh ini kemudian membuat upah buruh naik, hasil kenaikan produktivitas ini termanifestasikan dalam perekonomian sebagai naiknya permintaan akan barang dan jasa. Ibaratnya ini adalah ‘pompa pertumbuhan ekonomi’ (economic growth pump) yang memungkinkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Kenaikan produktivitas buruh biasanya tercermin pada penggunaan barang-barang modal yang lebih banyak, seperti kendaraan, bangunan (rumah dan gedung perkantoran), serta mesin. Barang-barang modal ini dibuat dan dioperasikan dengan menggunakan produk-produk enerji. Selain akibat kenaikan produktivitas buruh, naiknya penggunaan barang-barang modal juga sering kali dibiayai dengan utang. Terlihat di sini bahwa utang adalah salah satu unsur penting ‘pompa pertumbuhan ekonomi’. Oleh karena itu, utang juga sering dijadikan mekanisme untuk meningkatkan permintaan atau setidak-tidaknya menjaganya supaya tidak terlalu anjlok.

Kendati demikian, turunnya permintaan yang berlanjut – seperti yang terjadi sekarang ini – menandakan bahwa ‘pompa pertumbuhan ekonomi’ tidak lagi berfungsi seperti semestinya. Apa penyebabnya? Salah satu kemungkinan penyebabnya, adalah jumlah utang kumulatif sudah mencapai tingkat yang terlalu tinggi. Kemungkinan lain adalah harga minyak mentah sebelum ini naik sangat tinggi sehingga barang-barang modal yang dibuat dengan atau menggunakan minyak menjadi tidak efektif untuk mendongkrak kerja manusia (human labor). Bila ini terjadi, kegiatan manufaktur lalu berpindah ke negara-negara yang bisa menggunakan campuran bahan bakar (mix of fuels) yang lebih murah, terutama batubara. Ini yang terjadi dengan perpindahan besar-besaran industri ke Cina beberapa tahun belakangan ini. Kemungkinan ketiga adalah terjadinya pencemaran yang sangat parah sehingga memaksa negara tersebut memperlambat pertumbuhan ekonomi. Lagi-lagi ini yang terjadi di Cina akhir-akhir ini.

Harga minyak murah juga bisa berdampak pada kemelut utang. Dengan anjloknya harga minyak, banyak terjadi pemutusan hubungan kerja di perusahaan-perusahaan minyak dan sub-kontraktor serta pemasok mereka. Pekerja-pekerja yang kena pemutusan hubungan kerja itu pada gilirannya tidak lagi mampu berutang atau mengambil pinjaman lagi. Banyak bahkan tak bisa melunasi utang atau pinjamannya. Perusahaan-perusahaan minyak dengan lebih sedikitnya arus kas mereka juga mengalami kesulitan membayar utang atau kredit mereka. Beberapa terpaksa menyatakan diri mereka bangkrut. Keadaan itu memaksa kalangan perbankan ‘menghapuskan’ (writedown) utang bermasalah tersebut. Perusahaan yang relatif sehat sekalipun dalam arti tidak bangkrut juga kesulitan menambah utang atau kredit mereka. Jumlah kredit dengan sendirinya akan menyusut yang dengan sendirinya akan membuat perekonomian cenderung melambat atau bahkan mengerut. Bila itu terjadi menyangkut banyak komoditas (dan yang terjadi sekarang ini kira-kira adalah begitu), dampaknya akan sangat besar.

yang pernah jadi kebanggan orang lain dan kini telah ada dalam pelukan, jangan kau lepaskan lagi, EKONOMI !

WhatsApp Image 2017-04-01 at 5.02.31 PM (3)

Kemesraan ini
Janganlah cepat berlalu
Kemesraan ini
Inginku kenang selalu
Hatiku damai
Jiwaku tentram di samping mu
Hatiku damai
Jiwa ku tentram
Bersamamu

Meskipun berharap kemesraan yang ada tak cepat berlalu, namun Pekan Olahraga Mahasiswa telah 2017 telah berlalu, semoga semakin memesrakan warga Fakultas Ekonomika dan Bisnis TERCINTA.

Jumat 31 Maret 2017 menjadi spesial berkat perjuangan arjuna dan srikandi basket FEB yang berhasil mengkawinkan gelar juara, sekaligus melengkapi pencapaian FEB meraih juara Juara Umum POM 2017. Diawali dengan srikandi basket FEB yang menyudahi perlawanan dari musuh bebuyutan yang tahun-tahun sebelumnya tak terkalahkan, Fakultas Bahasa dan Seni ( dulu Fakultas Bahasa dan Sastra) dengan score yang cukup menyakinkan FEB 43-30 FLA.

Dilanjutkan dengan arjuna basket yang lagi-lagi dilaga pamungkas melawan musuh bebuyutan, Fakultas Teknologi Informasi. Unggul sejak quarter pertama namun behasil disusul di quarter terakhir hingga harus dilanjutkan dengan quarter tambahan selama 5 menit. Namun, akhirnya FEB menyudahi perlawanan FTI dengan score FEB 60-56 FTI. Pencapaian tersebt sekaligus melengkapi capaian FEB yang berhasil mengambil gelar juara umum tahun lalu dipegang FTI. Yeah !

WhatsApp Image 2017-04-01 at 5.02.31 PM (2)

Namun, perjuang tak hanya terjadi di dalam lapangan, diluar lapangan pun banyak yang berjuang mengorbankan waktu, biaya, dan suara untuk Fakultas Tercinta, dan puncaknya saat pemain basket putra memberikan ucapan terimakasih kemudian kami semua menyanyikan lagu mengheningkan cipta, tak kuasa kutahan air mata ini setelah teringat perjuang dalam mendukung orang-orang didepan yang sedang berterimakasih.

Bagiku POM 2017 menjadi puncak pengabdian selama menempuh jenjang S1 di fakultas ini, sekarang mungkin saat yang tepat untuk pensiun “berulah” di Fakultas ini. Aku mungkin tidak pernah bermain menggunakan nomor punggung 11 seperti Bagas dan Astrid karena skill tidak pernah bohong, tapi kupastikan aku selalu mendukung dan sebisa mungkin mengajak kalian untuk mendukung teman yang bermain. Gelar juara, semakin banyak yang cinta terhadap fakultasnya, semakin banyak teman, merupakan hal manis di puncak pengabdian ini. Setelah ini, aku harus berjuang dimedan yang lebih dari ini, aku ingin lulus dari fakultas ini dan ingin segera melihat dunia yang lebih megah lagi. Mohon doanya semoga aku bisa maju sidang 19 Mei tahun ini.

WhatsApp Image 2017-04-01 at 5.02.31 PM

Terakhir, terimakasih untuk Anthony, Mas David, Lilo, Monyong, dan Sapril yang sudah mau diajak berkeringat dan berkeluh kesah, akhirnya recehan dari kita bisa membawa pulang jura, terimakasih untuk semua yang bermain, terimakasih Bang Xandra semoga segera kelar skripsinya dan Ray Patar yang kuharapkan melanjutkan perjuangan, terimakasih teman-teman yang sudah hadir di lapangan, terimakasih kakak-kakak alumni yang sudah mendukung secara mental maupun finansial, terimakasih semuanya, bagiku kalian membuat semua ini terasa semakin manis. Besar harapan untuk adek-adek melanjutkan perjuangan ini, jangan pernah tinggalkan teman kalian berjuang sendiri, percayalah bahwa kehadiran, teriakan, dan dukungan dari kalian itu membuat teman kalian semakin termotivasi. Jangan biarkan apa yang pernah menjadi kebanggaan bagi orang lain dan kini berhasil kita peluk kembali itu terlepas lagi, pun misalnya harus terlepas, terlepaslah dengan gagah dimana kalian menyaksikan dan tetap memberikan dukungan bagi teman kalian.

Terimakasih semuanya.

Yang berharap segera sidang kelulusan

Riwanto

Perubahan Besar, selalu dimulai dari hal-hal RECEHAN

20170329_161333

Sebelum hari ini berganti kiranya sekali lagi layak kuucapkan terimakasih terkhusus untuk Anthony Erlangga, David Pratama, Farhan Lilo, Aryo Wicaksono, Sapril Alam yang membuat gambar diatas begitu menyenangkan untuk dilihat. Nama-nama diatas adalah orang-orang yang bekerjasama denganku tanpa malu, tanpa lelah berjuang demi terwujudnya gambar diatas.

Singkat cerita, Rabu 29 Maret 2017 kami berenam berkumpul di basement Fakultas Ekonomika dan Bisnis untuk menyiapkan atribut pemain ke 12 dalam Final Pekan Olahraga Mahasiswa 2017 cabang olahraga Sepakbola. Sempat kebingungan untuk menuliskan kalimat pada tiga lembar banner bekas menggunakan dua buah cat semprot akhirnya kami putuskan untuk mengisi perut terlebih dahulu dengan harapan otak juga akan terisi dengan ide kreatif setelah perut terisi. Namun, setelah otak terisi dan harapan ide kreatif muncul, ide kami terhalang oleh perlengkapan yang minim, hanya ada tiga lembar banner bekas dan cat semprot warna merah dan kuning, pengen membuat kelompok supporter yang rame baik atribut maupun kuantitas supporter. Untuk kuantitas supporter kami menyadari itu akan sulit diupayakan, upaya kami hanya sebatas mengajak teman-teman satu fakultas dan berharap mereka tergerak. Namun, untuk atribut kami terus memutar otak untuk mengupayakan bagaimana membuat seramai dan selengkap mungkin.

Tanpa basi-basi, tanpa malu, dan tanpa ragu kami berenam memutuskan untuk menggalang dana, tanpa pikir panjang berbekal plastik hitam kami mulai meminta sumbangan pada teman-teman yang lewat di depan basement Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Dalam waktu kurang dari dua jam akhirnya terkumpul uang cukup banyak, aku lupa jumlah pastinya, intinya kami bisa membeli cat semprot warna hitam dan meran, ditambah satu set smoke untuk menambah kemeriahan supporter nantinya.

Berkat bantuan beberapa teman yang datang setelah kami berbelanja, tiga banner bekas ditambah satu banner tambahan bisa kami corat-coret dengan beberapa kalimat penyemangat untuk teman-teman yang bermain. Selanjutnya kami mendapatkan pinjaman alat musik entah darimana yang turut melengkapi atribut kami. Ditambah dengan “infused water” lengkap sudah perlengkapan kami hari ini (kata beberapa teman tidak lengkap rasanya supporteran tanpa banyu surgo).

a

Setelah atribut lengkap kami semua tetap di basement untuk menunggu beberapa teman yang sekiranya ingin bergabung, namun sampai menjelang waktu pertandingan dimulai tak kunjung ada teman yang bergabung. “jumlah mahasiswa perangkatan lebih dari 600 mahasiswa, namun hanya segini yang datang dukung fakultasnya” sempat terbesit itu dipikiranku. Namun, yasudahlah yang penting kami sudah berusaha mengajak teman-teman untuk mendukung teman-teman yang bertanding di lapangan dan menyiapkan fasilitasnya. Kelar semua perkara !

Tak diduga tak disangka, setelah kami selesai dengan persiapan memasang atribut dan sempat berdebat dengan panitia, satu demi satu teman-teman turut bergabung dan akhirnya mendapatkan jumlah yang tak dibayangkan sebelumnya. Bahkan beberapa dosen dan staff fakultas juga datang untuk memberikan dukungan. Sungguh tak disangka karena tidak pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya !

Akhir cerita pertandingan sepakbola pun bisa kami menangkan, jumlah supporter kami jauh dari perkiraan dan kami bernyanyi sepanjang pertandingan. Bahagia dan bangga hal kecil yang kami lakukan bisa berguna bagi fakultas kami, mungkin kami hanya memulai dengan menggalang uang recehan namun dari situ lah semua dimulai dan aku selalu ingat kata seorang teman yang kin telah menjadi sarjana dan tadi juga turut hadir dalam pertandingan “sekecil apapun peranmu, lakukanlah dengan sepenuh hati”.

Satu lagi, mungkin besok Jumat akan lebih ramai untuk supporter di final cabang olahraga basket, namun kemudahan koordinasi itu dimulai dari hari ini, dari langkah kecil yang kami yakini dan lakukan dengan sepenuh hati. Ini semua kami lakukan untuk fakultas ini dengan harapan akan selalu berlanjut ditahun-tahun yang akan datang nanti. Selamat untuk fakultas tercinta, sepertinya tulisan “MARI BUNG REBUT KEMBALI” akan segera menjadi nyata ! Terimaksih untuk 5 orang yang tersebut namanya diatas, terimakasih teman-teman yang sudah bergabung bersama kami, besar harapan buat teman-teman yang masih jaim, masih enggan untuk bergabung mendukung fakultas dan teman-temannya bermain bisa bergabung di final esok lusa. i don’t mind if people become so dilligent, I am proud of them.But if they just focus on their “classroom” and ignore their life, their friend, the one who needed, I’ll just assume that they are an asshole.

Bravo FEB !!!

Yang masih baper dan masih terharu

Riwanto

Kambing Cup Jilid Terakhir

Kambing Cup !!! acara kecil yang kalian besar-besarkan.

Acara yang biasa saja namun kalian anggap luar biasa, bahkan kalian agungkan bak acara kelahiran dewa, padahal acara itu hanya bentukan Papanya Anisha.

Acara yang tidak pernah aku pusingkan tapi terus kalian omongkan dan mendorongku untuk meramaikan.

Ahh bangsat kalian !!! Membuatku membuang waktu seminggu full hanya untuk mengikuti acara tersebut, buang-buang tenaga saja.

Namun, kali ini biarkan aku mengubah point of view, bukan labil, tapi aku mendapatkan sesuatu dari yang sudah berlalu.

Sedikit gambaran Kambing Cup tidak jauh berbeda dengan cup-cup lain dikampus, pertandingan olahraga antar angkatan, yang tujuannya untuk mengakrabkan antar angkatan, yang berbeda adalah angkatan yang menang hadiahnya Kambing, Iya kambing, udah gitu aja.

Ada yang berbeda di Kambing Cup tahun ini, tahun 2017, dimana kami angkatan 2013 menyebutnya sebagai partai final, kenapa gitu? Ya kami sudah tua, usur, dan berharap tidak ikut kambing cup tahun depan karena sudah lulus, aamiin.

Singkat cerita aku sempat ingin menarik angkatanku untuk tidak ikut acara kambing cup tahun ini, kenapa? Alasannya simple, jadwalnya edan ! bayangkan kamu bermain sepakbola empat hari full, please itu Lionel Messi juga pasti kecapekkan jika mendapatkan jadwal seperti itu, dan itu pernah terjadi di edisi kambing cup tahun lalu, kecapekan, cidera, dll tidak bisa dihindarkan. Apakah salah jika kami belajar dari pengalaman?

Namun, akhirnya kami tetap mengikuti acara tersebut karena dua alasan, ini adalah kambing cup kami yang terakhir dengan tim yang lengkap dan yang kedua kami memikirkan nasib teman kami yang sekiranya tahun depan masih ikut kambing cup agar mereka tidak dibenci, dibuang, dan diacuhkan, apasih lebay !

Memutuskan untuk ikut bukan berarti kelar masalah, masalah datang lagi, ngumpulin pemain disemua cabang itu tak semudah ketika awal masuk kuliah dulu, jarang bertemu dikampus dan sudah tidak pada kuliah bahkan sudah ada beberapa yang lulus jadi penghalang utama, berbeda dengan dulu kala sebelum negara api menyerang, sebagai gambaran saja latihan futsal dulu yang datang bisa sepuluh tim lebih, tapi sekarang? Haha kadang datang cuma berlima, namun berkat lobi sana-sini, minta bantuan sana sini toh akhirnya semua cabang kita main, ya walaupun hasilnya tidak juara, toh kita sudah berusaha dan aku tetap bangga !

Iya aku sangat bangga, pada teman-teman 2013 yang sudah meluangkan waktu, tenaga, biaya, bahkan kesehatannya untuk membela angkatan tua, tidak hanya berhenti pada yang bermain dilapangan saja tapi juga yang cangkeman disetiap lagi, ya walaupun cangkeman kami tak sesuai yang diharapkan karena selalu ada kata “kasar” tapi ya biarkan saja karena tujuan kami sesuai yang diminta untuk meramaikan acara, sudah itu saja, toh namanya supporter memang seperti itu, provokasi jadi hal yang biasa, kalau tidak percaya silahkan cek dari stadion ke stadion aku jamin nggak ada supporter yang omongannya bener, walaupun pertamanya dibuka dengan doa pasti selama laga keluar “anjing, bajingan, picek, asu, lonte” dan lainnya, cek saja kalau tidak percaya. Namun percayalah bahwa kelakuan kami ini akan kalian rindukan.

Tak lupa aku ucapakan terimakasih sekaligus maaf buat semua panitia pimpinan Septian Indra, thanks udah menghadirkan kambing cup paling emotional dalam empat seri kambing cup yang telah kami ikuti, thanks udah bawa aku ke bengkel manusia karena cidera, thanks untuk semuanya, maaf karena aku selalu menyusahkan kalian dari awal, pertengahan, hingga akhir, tapi aku tidak pernah menyesali itu haha semoga kalian belajar dari yang aku dan angkatanku lakukan ini, dan menerapkannya tahun depan haha, termasuk bikin geger di Gor Putra Abadi, Rabu 8 Maret 2017, itu akan selalu aku kenang. Sekali lagi terimakasih dan maaf telah merepotkan, semoga berkesan dan akan kalian rindukan.

Terakhir dan sekali lagi aku ucapkan terimakasih kepada teman-teman 2013 yang sudah bermain dengan semangat yang luar biasa dan teman-teman yang sudah mendukung, kalian luar biasa, selalu kupanjatkan doa agar Tuhan YME selalu melimpahkan kebahagiakan pada kalian, dilancarkan kehidupan barunya bagi yang sudah lulus, dilancarkan skripsinya buat yang sedang dalam masa bimbingan, dan semoga segera menyusul teman-temannya bagi teman-teman yang masih ada kuliah, pokoknya terimakasih kalian luar biasa. Buat teman-teman yang bahkan tak tampak muka dan doa pfffttttt tidak masalah aku juga akan selalu panjatkan doa juga pada kalian, semoga kalian berdampak dilain tempat dan semoga dilancarkan segala urusan dan sampai jumpa dilain kesempatan jika sempat.

Tukang lari-lari di lapangan sepakbola dengan jersey nomor 11

Riwanto